Tarian Nusantara Indonesia – Kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia pada hakikatnya terbagi menjadi kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah.
Dimana kebudayaan nasional memiliki arti sebagai kebudayaan yang mempunyai unsur pemersatu bangsa, sedangkan kebudayaan daerah adalah suatu kebudayaan yang berasal dari daerah.
Kebudayaan daerah yang dimiliki oleh Indonesia meliputi rumah adat, lagu daerah, alat musik dan juga tarian yang biasanya lebih sering disebut sebagai tarian nusantara Indonesia.
Tarian nusantara Indonesia pada umumnya memiliki makna yang beragam. Ada yang bermakna rasa syukur tehadap Sang Pencipta, rasa cinta terhadap sesama bahkan ada juga yang menggambarkan rasa kepahlawanan dan keberanian seperti tari cakalele.
Untuk itulah ada beberapa tarian nusantara Indonesia yang berfungsi sebagai tarian upacara atau ritual yang sakral dan ada juga tarian yang berfungsi sebagai tarian pergaulan.
Sedangkan bila ditinjau dari jumlah penari yang dilibatkan, tarian nasional Indonesia bisa dibagi menjadi tari tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.
Pada dasarnya setiap tarian nusantara bisa masuk ke dalam tiga kategori tersebut. Jika tarian dibawakan oleh seorang penari maka akan menjadi tari tunggal.
Begitu juga ketika kita dibawakan oleh dua orang atau sepasang penari maka tarian itu masuk ke dalam tari berpasangan dan akan masuk ke dalam kategori tari kelompok bila dibawakan oleh tiga orang penari atau lebih.
Menurut sejarah, seni tari sudah berakar dalam kebudayaan Indonesia sejak abad ke – 6M. Dan terus berkembang seiring masuknya kebudayaan Hindu, Buddha dan Islam ke Indonesia.
Karena itulah banyak tarian nusantara yang tercipta dengan tujuan sebagai ritual keagamaan ataupun sebagai media dakwah agar lebih diterima masyarakat.
Selain dipengaruhi nilai – nilai keagamaan, tarian nusantara Indonesia juga dipengaruhi oleh unsur politik seperti yang tercermin pada tari Serimpi Sangopati.
Tarian ini mengandung unsur ejekan yang ditujukan untuk pemerintah Belanda yang kala itu masih berkuasa di Indonesi. Penggunaan kata Sangopati yang berarti bekal kematian merujuk pada berakhirnya kekuasaan Belanda.
Dan kini tarian nusantara Indonesia semakin berkembang dengan adanya penggabungan unsur – unsur yang ada dalam tarian klasik dan tarian modern. Sehinga tarian nusantara tetap bisa bersaing dengan jenis tarian lainnya.

APRESIASI KARYA SENI TARI
Wilayah Nusantara yang terdiri barbagai daerah, merupakan salah satu keuntungan dalam hal kebudayaan. Dengan berbagai daerah yang terdiri berpulau-pulau tersebut membuat budaya di Wilayah Nusantara sangat beragam. Hampir setiapdaerah di Nusantara memiliki ciri khas budaya masing-masing. Setiap hasil seni budaya memiliki keunikan terdiri. Keunikan seni budaya Nusantara memiliki nilai seni yang tinggi. Salah satunya adalah tarian daerah. Tarian daerah terdapat hampir di seluruh wilayah Nusantara. Tarian daerah di indonesia juga memiliki keunikan masing-masing. Keunikan tersebut dapat berupa gerakan tarian. busana dan pengiringnya. Selain itu masih ada lagi yang terjadi ciri khas tari daerah, yaitu tatarias wajah, dan pelengkapan yang di gunakan. Gerakan tari daerah berbeda-beda ada lemah lembut, gemulai, cepat dan dinamis. Busana atau kostum yang di gunakan penari daerah biasanya berupa pakaian adat daerah setempat. Musik pengiring di gunakan untuk memberikan irama gerak agar lebih serasi. Pelengkan yang di gunakan penari sangat menunjang tema tarian.

KEUNIKAN TARI NUSANTARA
Unik artinya KHAS atau ciri khusus yang membedakan Tari daerah yang satu denganTariDaerah yang lain.Keunikan Tari Tunggal Nusantara •Keunikan Gerak •Keunikan Kostum•Keunikan Iringan•Dari sisi gerak tari tunggal memiliki keunikan yang mewakili rasa, estetik dan kepentingan masyarakat pemiliknya •Dari segi ekspresi, tari tunggal memberikan kebebasan lebih dan ekspresi total kepada penari.
Sedangkan tari berpasangan, penari terikat pada aturan bersama pasangan atau kelompoknya. Kostum Tari masing-masing daerah sesuai dengan budaya pakaian daerah setempat.Kostum Tari biasanya dibuat untuk mendukung sesuatu yang digambarkan dalam tari tersebutKeunikan kostum masing-masing daerah dalam bentuk : •Bahan yang digunakan •Desain/motif •Cara Penggunaan •Bagian-bagian kostum Keunikan Iringan Tari dapat berupa :•Bahan/alat Musik iringan.•Laras Nada•Cara penggunaan alat

•Jumlah alat yang digunakanKeunikan Nada :•Laras Slendro•Laras nada•Suara alamKeunikan Cara Menggunakan :•Dipukul pakai alatSeiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku, kini sudahhampir punah. Pada umumnya masyarakat merasa gengsi dan malu apabila masih mempertahankan dan menggunakan budaya lokal atau budaya daerah. Kebanyakan masyarakat memilih untuk menampilkan dan menggunakan kesenian dan budayamodern daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri yang sesungguhnya justru budaya daerah atau budaya lokallah yang sangat sesuai dengan kepribadian bangsanya.Mereka lebih memilih dan berpindah ke budaya asing yang belum tentu sesuaidengan keperibadian bangsa bahkan masyarakat lebih merasa bangga terhadap budaya asing daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri. Tanpa mereka sadari bahwa budaya daerah merupakan faktor utama terbentuknya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah yang mereka miliki merupakan sebuah kekayaan bangsa yang sangat bernilai tinggi dan perlu dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh setiap individu di masyarakat. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalamnya. Besar harapan saya, semoga dengan dibuatnya makalah yang berjudul Budaya SukuSunda yang didalamnya membahas tentang kebudayaan yang berasal dari daerah Jawa Barat ini menjadi salah satu sarana agar masyarakat menyadari betapa berharganyasebuah kebudayaan bagi suatu bangsa, yang ahirnya akan membuat masyarakatmenjadi merasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s