Budaya Bali

BALI
Provinsi bali merupakan salah satu provinsi yang cukup terkenal di Indonesia karena merupakan salah satu aset devisa negara Indonesia  yang cukup tinggi di bidang pariwisatanya. Ibukota Provinsi Bali adalah Denpasar.
Provinsi bali sendiri tidak hanya terdiri dari pulau (dewata) Bali saja, namun juga terdiri dari banyak pulau yang lain, contohnya pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan lain – lain.
Provinsi Bali secara astronomis terletak di 8° LS dan 115° BT. Daerah ini masih memiliki iklim tropis seperti Provinsi lainnya di Indonesia.
Secara geografis provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur, dan Selat Bali di sebelah barat, Laut Bali di sebelah utara, samudera hindia di sebelah selatan, dan Selat Lombok di sebelah timur.
Penduduk Bali terdiri dari dua, yaitu penduduk asli Bali atau disebut juga Bali Aga (baca :bali age) dan penduduk bali keturunan Majapahit. Sedangkan kebudayaan Bali memiliki kebudayaan yang khas karena secara belum terpengaruhi oleh budaya lain.
AGAMA
bali
Penduduk Bali Asli dulunya merupakan penganut kepercayaan yang percaya kepada alam, namun setelah melalui proses adaptasi dari Penduduk keturunan Majapahit, umumnya penduduk bali beragama Hindu, walaupun sekarang ini sudah banyak juga penduduk Bali yang beragama lain. Kepercayaan Hindu di Bali sedikit berbeda dengan kepercayaan Hindu yang berasala dari kerajaan Majapahit yang mulanya berawal dari India, karena kebudayaan Bali telah melalui proses adaptasi dari dua macam penduduk tersebut.
MASYARAKAT
peristiwa-hari-raya-galungan-21
Penduduk bali, memiliki rukun warga yang disebut Banjar yang memiliki kepala Banjar dengan sebutan Kelihan.
Masyarakat Bali yang pada umumnya beragama Hindu, memiliki beberapa adat istiadat yang khas setiap tahunnya. Seperti kebiasaan Nyepi yang diadakan tiap Tahun baru Saka.
Pada hari tersebut, tiap – tiap orang wajib untuk tidak meninggalkan rumah, beraktifitas, dan tidak boleh menyalakan perangkat elektronik lainnya.
Jika hal tersebut tidak ditaati, maka ada polisi adat yang bertugas mengurus hal – hal tersebut yang disebut pecalang.
Penduduk bali juga umumnya masih menggunakan sistem kasta dalam upacara – upacara adat, atau keagamaan.
Dimulai dari yang paling tinggi, Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra.
BAHASA
Bahasa bali terdiri dari 3 bahasa , yaitu bahasa bali alus (utama), bahasa bali madya, bahasa bali kasar(nista).
Contoh dari bahasa bali dari “makan” untuk ketiga bahasa tersebut dimulai dari yang paling halus adalah Ngiunan, Ngajeng, Medar.
Tentu saja ketiga bahasa tersebut merupakan faktor penting pembeda antara satu kasta dengan yang lainnya.
Karena, bahasa alus (utama) biasanya dipakai oleh kaum Brahmana, bahasa madya dipakai oleh Ksatria dan Waisya, dan bahasa bali kasar umumnya  dipakai oleh kaum Sudra.
KESENIAN
kecak
Kesenian tradisional bali salah satu contohnya adalah tari pendet, tari barong dan rangda, tari kecak.
MAKANAN KHAS
mknn
Makanan khas dari bali yang paling terkenal adalah lawar bali.
Yaitu merupakan daging mentah, darah mentah, kelapa parut , yang biasa kita jumpai di Jakarta sebagai Urap. Tetapi kalau urap adalah sayur – sayuran, kalau lawar adalah daging.
Lebih enak jika diberikan sambal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s